Sakya Sugata’s Blog

November 22nd, 2009

Bebas.. Lepas…

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan
Sakya Sugata23 November jam 10:24
Kulihat ikan yang berenang begitu bebasnya…
begitu lepas… dan berenang dengan indahnya.
free…freee.. freee.. 自在…自在…無所障礙.

sudahkah kita merasa bebas lepas seperti ikan?
sudahkah kita merasakan suatu keindahan dari kehidupan yang kita jalani? atau sebaliknya berada dalam jaring-jaring derita?
atau masih terbelenggu dengan ketidakbebasan?

Jadilah ikan yang ada di lautan bebas…
Jangan menjadi ikan yang ada diakuarium,
atau ikan dalam toples….

lepas…lepas…lepas..
lepaskan hati dan pikiranmu…
bebas…bebas..bebas…
bebaskan dari kebencian, keserakahan, dan kebodohan bathin…
lepaskan dari keirihatian, kemalasan, dan kesombongan…….
lepas.. bebas…. berenang bebas dalam samudera kehidupan…..

Salam Mudita,
mudita center

November 18th, 2009

Kisah Pencerahan ‘Siput Kecil’

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Namaku Siput, bukan karena putih maka dipanggil siput. Aku juga bukan putri raja, walaupun cara berjalan, bergerak aku seperti putri yang sedang memasuki tempat dimana singasana kebesaran berada.

Sejak aku dilahirkan, aku sudah harus membawa rumah ku sendiri, dengan beban di pundakku… aku berjalan tertatih-tatih, aku bergerak kesana-kemari dengan perlahan, seperti layaknya kaum bangsawan..

Pernah aku bertanya pada orang tuaku: “mengapa kalian melahirkan aku dengan beban yang berat yang harus ku bawa kemana-mana?”
“Rumahmu adalah tempat perlindunganmu, rumahmu adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkanmu dari serangan apapun juga, sudah seharusnya kau bersyukur, dan sudah sepantasnya kamu menjaganya” Jawaban yang menurut aku tidak masuk akal…

Bagaimanapun orang tua dan teman2ku menasihati aku, aku tetap tidak sabaran, aku ingin gerakku gesit dan cepat seperti semut-semut yang setiap hari berlomba marathon, seperti ikan-ikan di aquarium yang berenang dengan bebas……

Aku merasa harus berkorban untuk menjalani hidupku dalam dunia yang begitu lambat, dalam ritme keseharian yang membosankan dan menjenuhkan, makan dari sisa-sisa makanan yang ada, tubuhku paling takut dengan yang namanya garam, yang dapat membunuhku…
aku tidak menyadari arti pentingnya rumah siput yang ku bawa kemana-mana. aku juga tidak merasakan ada bahaya disekitarku…
Aku lelah… lelah karena terus berjalan dan bergerak dengan lambat…
entah sampai kapan ku jalani seperti hidup ini….
sudah beban yang harus ku panggul begitu menyulitkanku, ditambah lagi dengan beban pikiranku yang tidak pernah berhentinya mengeluh, komplain, dan marah-marah….

Aku marah.. karena aku merasa tidak berguna, aku marah karena aku tidak dapat berlari cepat, aku marah karena hidupku begini-gini saja, aku marah karena tidak ada yang mengerti aku…

Walau ada yang bilang tubuh kami adalah tubuh yang paling lentur di dunia, tubuh yang paling indah bila bergerak, tubuh yang transparan yang bisa menempel di kaca-kaca aquarium, dan meliuk-liuk dalam pesona keindahannya… antena dikepala kami menjadikan kami begitu terlihat indah…tetapi aku tetap tidak menyukai semua itu…

Mengapa aku terlahir sebagai seekor siput? mengapa? mengapa? mengapa?… sampai suatu saat keluarga ku diserang oleh pasukan kelomang yang jahat, capitannya memaksa keluargaku untuk meninggalkan rumah siputnya, dan mereka dibunuh dengan keji…
untung saja aku dapat bersembunyi di tempat yang aman…
Kelomang juga membawa rumahnya kemana-mana, tetapi mengapa dapat berjalan begitu cepat, dan begitu berkuasa dengan capitnya yang berbahaya, begitu buas dan berbahaya bagi kami……….

Saat itulah aku mengerti, disaat perasaan kehilangan begitu dalam, disaat aku terluka dan hancur karena kekejaman pasukan kelomang, aku terdiam… membisu… dan mengerti…
keluarga kami keluarga siput sesungguhnya adalah keluarga beradab…
kami tidak pernah menyusahkan siapapun, kami hidup dengan tenang, dengan penuh keanggunan, dan memiliki tanggung jawab terhadap diri sendiri. Rumah siput yang ku bawa setiap harinya adalah perlindungan bagi diri kami sendiri, tanpa harus bergantung pada mahluk lain.
Sikap kami yang pelan tapi pasti, ternyata adalah pelajaran berharga tentang kesabaran, kesabaran yang tidak bisa dibeli oleh apapun. karena kami sudah biasa bersabar, maka nilai lebihnya adalah kami seharusnya menikmati hidup ini dengan tenang dan damai.

Tetapi mengapa aku baru menyadarinya sekarang? mengapa setelah semua terlambat? Kini aku baru mengerti apa yang dikatakan orang tuaku, ternyata aku adalah mahluk yang anggun, aku mahluk yang penuh dengan kesabaran, dan aku adalah mahluk lemah yang ‘kuat’ karena aku memiliki tempat perlindungan yang selalu tidak pernah meninggalkanku dalam keadaan bahaya apapun. aku adalah aku
aku siput kecil yang indah. aku Si Putri yang penuh pesona…

Terima kasih mama dan papaku, semoga engkau bahagia dalam kelahiran berikutnya, semoga dapat dilahirkan sebagai manusia yang memiliki kesabaran, kebijaksanaan, dan ketulusan. Terima Kasih pada kalian semua yang telah memberikan semangat untukku dengan membaca kisah ini…..

Cerita Renungan By: Sakya Sugata 2009
Salam Mudita,
www.muditacenter.com

November 2nd, 2009

Mama Sayangilah Aku

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Ini adalah percakapan para bayi yang belum bisa bicara, di Rumah sakit bersalin, kamar bayi…
tetapi mereka bisa kontak bathin antara satu dengan lainnya… kira-kita percakapannya seperti apa yah?

“Aku lahir dari buah hati kedua orang tuaku…” kata seorang bayi yang baru dilahirkan di rumah sakit kepada sahabatnya…
“kalian beruntung… aku lahir, tanpa ku tahu siapa papaku…” sahut yang lainnya..
“wahhh papaku meninggalkan ibuku, setelah aku berada dalam rahim ibuku…”
“wahhh kalian tidak lihat tadi pagi di kamar operasi, bahkan belum sempat dilahirkan .. sudah meninggal dalam kandungan….”
“Hai kawan…coba lihat, kita masih beruntung bisa lahir normal…” ada banyak teman kita yang tidak perlu susah berjuang untuk keluar dari rahim ibunya, cukup dioperasi cesar oleh dokter…
“kalian tidak tahu.. ada yang lebih seram, banyak ibu yang tidak mau merawat anak yang dikandungnya, bahkan orang tuanya tidak mengakui bayi yang dikandung anaknya… akhirnya mereka melakukan aborsi…”
“sungguh malang adik-adik kita yang berhak untuk hidup”, “sungguh keji mereka yang membunuh anaknya sendiri”

“pritttttt………”
“jangan berisik kalian semua…. sekarang jamnya tidur bukan jam ngerumpi……..”
“1,2,3……. semuanya tidur….”
“bagaimana kami bisa tidur kalau tiap hari diberi susu sapi…. mengapa pula ibuku tidak mau menyusuiku.. apakah karena menjaga keindahan tubuhnya, sehingga aku diberikan susu sapi….
aku mau ada ikatan antara anak dan ibu…… bukan ikatan antara anak dengan sapi”

“kalian tahu tidak? perkembangan susu sapi sekarang membuat kita jadi pandai, pintar dan cerdas…”
“asal kalian tahu, setelah cerdas tetap harus sayang orang tua, walau kalian jauh lebih cerdas dari mereka, tetapi karena mereka kalian bisa berhasil… nanti kalau sudah besar jangan lupa nih… pesan sponsor……….”

“wahhh.. wahhh wahhh disuruh tidur malah gosippp…”
“kita-kita yang baru dilahirkan ini, sungguh tidak jelas… apakah orng tua kita akan menyayangi kita dengan sepenuh hati…”
“kemana aku akan mencari bapak kandungku, kelak?”
“mengapa air mata ibuku tidak berhenti mengalir… setalah kelahiranku di dunia?”
“mengapa banyak teman-teman kita yang tidak berhenti menangis?”
“seandainya, aku dapat memilih… mengapa aku dilahirkan dikeluarga miskin?”
“mengapa aku lahir cacat? sedangkan kalian tidak?”

“wahhh luar biasa kalian punya keluarga yang harmonis, sedangkan dalam kandungan aku telah mendengar, merasakan orang tuaku selalu ribut dan bertengkar…….. bagaimana bila aku besar nanti?”
“iri yah dengan kalian, yang sebentar lagi boleh keluar dari rumah bersalin ini….. Sedang aku tidak jelas, berada dalam inkubator, karena orang tuaku penguna obat-obat terlarang….”
“tubuhku lemas sekali… seakan tak berdaya, semua karena mamaku mengkonsumsi minuman keras dan merokok…. apakah aku masih memiliki kesempatan untuk hidup?”

“pusiiiingggggggg… aku anak yang lahir karena perbuatan terlarang…… aku tidak mau mendnegar kalian semua..aku anak haram… hasil perselingkuhan……. aku malu dilahirkan di dunia ini….”
“jangan patah semangat, kita harus berjuang….. apapun yang telah terjadi, pasti ada makna yangmendalam untuk kita semua……..”
“ayooo kita kaum bayi…… perjuangkan hakmu untuk disayangi dan menyanyangi orang tua kita semua..”
“nasibku gimana? aku tidak bisa keluar dari rumah sakit, karena orang tuaku tidak ada biaya untuk menebusku…..”
“apakah kau akan dijual ke gembel dan pengemis untuk menemani mereka mengemis?”
“tidak……tidak…..tidak……. sungguh tidak adil”

Dari keributan di rumah sakit, hanya ada satu bayi yang tetap tenang dan mendengarkan semua percakapan para bayi…
tiba-tiba ia berkata:”meditasi selesai… semoga semua mahluk hidup berbahagia”
“hidup adalah perjuangan, maka bersyukurlah karena telah di lahirkan di dunia ini….”
“siapapun diri kita, ingatlah semua memiliki misi khusus dalam hidupnya….”
“jangan sia-siakan dirimu… dan berpikirlah yang positif, maka kebijaksanaan akan menerangi hidupmu”
“aku mau melanjutkan meditasiku……. Meditasi Mulai…….”

Sunyi senyap seluruh ruangan khusus bayi, yang ada hanya terdengar nafas-nafas halus yang memberikan harapan akan generasi muda yang ceria…….

Salam Mudita,
Ditulis oleh Bayi Raksasa
Neng Xiu
www.muditacenter.com

October 26th, 2009

Belajar dan teruslah belajar

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Sejak kecil kita sudah diajarkan untuk belajar.. anak bayi berlajar bagaimana mengekspresikan perutnya yang lapar, ketidaknyamanannya dengan menangis. Balita belajar bicara dan merangkak dan berjalan.
dari TK,SD, sampai kuliah kita terus belajar. sudah luluspun masih belajar.
Hanya saja.. proses pembelajaran itu yang sulit dan perlu mendapat perhatian lebih.

Pelajaran kehidupan lebih sulit lagi. Membutuhkan banyak waktu, banyak energi dan banyak pemikiran, membutuhkan kesabaran, membutuhkan keyakinan, dan semangat untuk mengatasi semuanya…

Hidup manusia tidak selamanya gelap, juga tidak mungkin terus menerus terang, karena setiap moment memiliki arti yang berbeda. ada warna yang berbeda, ada nuansa dan kondisi yang berbeda.
Ritme dan tempo hidup yang mengundang untuk di pelajari. agar kita tidak berhenti dalam pembelajaran.

Dalam setiap kesedihan pasti ada makna di baliknya.. selama tidak berlarut-larut dalam kesedihan. maka belajarlah bagaimana bersahabat dengan kesedihan, bagaimana mengubah kesedihan menjadi keceriaan, bagaimana menerima kesedihan dengan lapang dada, dan mengubahnyamenjadi energi positip…

Dalam bahagia pasti ada pelajaran berarti tentang kebahagiaan karena pada dasarnya semua orang ingin bahagia.. Selama mengerti arti kebahagiaan, maka semua pasti akan mampu bangkit dari kesedihannya.. berjuang untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki.
Kebahagiaan pun perlu dipelajari, bagaimana mengubah badmood menjadi goodmood, mengubah bad habit menjadi good habit….
demikian adanya. untuk perjalanan kebahagiaan saja juga sama perlu belajar…

Dengan menjalani hidup penuh semangat, maka ingatlah semua masalah pasti ada jalannya… dan semua jalan pasti ada kenangannya. dan semua kenangan pasti ada pelajarannya.. pelajaran yang berharga untuk semuanya.
Belajar dan terus belajar………………

Salam Mudita untuk Pelajar Kehidupan…
www.muditacenter.com

October 18th, 2009

Ke’Puas’an Hati sebuah “Kuas”

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Aku adalah sebuah kuas, sebuah kuas yang biasa-biasa saja..

Tetapi bila di pegang oleh sang maestro maka apa yang ku kuaskan akan menjadi lukisan yang bernilai seni tinggi dengan harga jual yang tinggi. Sebuah karya seni dengan keindahan yang muncul dari imajinasi dan buah tangan Sang Maestro, tidak membuatku tinggi hati, tetapi aku bersyukur karena aku merupakan bagian dari mereka. Walau aku bukan siapa-siapa tetapi telah dapat memberikan suatu warna dan sentuhan kehidupan bagi  yang melihatnya. Semoga semua manusia juga dapat melukiskan warna-warna indah bagi kehidupannya.

 

Bila dipegang oleh tukang bangunan, maka apa yang ku kuas akan menjadi pelindung bagi rumah atau bangunan yang dibangunnya, bersama dengan cat aku akan memoleskannya ke dinding dimana aku akan beraksi, menyulap sesuatu yang jelek menjadi tampak indah dan bagus… walau aku tidak begitu berarti bagi siapapun, tetapi hasil kuasanku dapat memberikan keteduhan bagi penghuni rumah, berharap mereka dapat selalu bahagia, membina rumah tangga yang harmonis.

 

Bila aku dipegang oleh seorang tukang kue, biasanya mentega dan telur menjadi baikku, memoleskannya pada adonan yang akan dipanggang, memberikan warna dan tekstur yang baik pada kue yang akan di hidangkan. Doaku semoga siapapun yang memakannya akan selalu bahagia, terbebas dari kebencian dan kemarahan. mereka tidak akan kelaparan dan selalu sukses dalam segala hal.

 

Bila aku disentuh oleh para wanita, maka sungguh kehormatan bagiku, dapat mempercantik dan memperindah mereka… dengan bekerja sama dengan kosmetik kecantikan, sapuanku di wajah mereka dapat membuat seseorang menjadi tampil lebih menarik dan percaya diri, walau sering ku katakan bahwa kecantikan yang sesungguhnya adalah dari dalam hati, dan kecantikan hanya sebatas kulit saja. Tetapi aku bahagia dapat memberikan manfaat bagi mereka… semoga mereka dapat menyadari arti kecantikan yang sesungguhnya. Karena kebaikan melebihi segalanya. Senyuman yang tulus yang menghiasi wajah mereka pasti membuat mereka semakin menarik.

 

Paling sering aku dipakai oleh orang-orang dari cleaning service, yang bekerja dengan giatnya. Mereka mengunakan aku untuk menyapu daerah2 yang sulit di jangkau oleh sapu yang besar, dan bagian-bagian yang sulit di jangkau oleh sahabatku ‘serbet’… kadang aku berterima kasih akan badanku yang kecil, semoga apa yang kubersihkan dapat membuat orang lain yang melihatnya menjadi bahagia. Semoga debu yang menempel di setiap benda dapat ku bersihkan. Doaku bila saja aku dapat membersihkan debu di hati setiap manusia, semoga semua orang dapat mengikis kekotoran bathinnya sedikit demi sedikit…

 

Bila para ahli Geologi mengunakan aku, wahh rasanya aku menjadi begitu penting. Aku adalah yang pertama menyapu dan menemukan semua benda purbakala, peninggalan sejarah. Dan saksi bisu akan kemajuan dan perkembangan budaya masa lalu… memang ku sadari bahwa segala sesuatu terus berubah, jaman terus berubah, kebudayaan berubah, dan moralitas manusia juga terus berubah, budi perkerti juga berubah… walau banyak yang mengatakan semakin menuju pada kemerosotan bathin, tetapi aku berharap banyak juga orang baik di dunia ini, dan banyak dari mereka yang salah jalan akhirnya dapat menemukan jalan yang terang dan bahagia…

 

Yang luar biasa adalah ketika para Lama, rimpoche, pematung, dan artist Buddhis mengunakan aku untuk membuat suatu karya besar dalam bentuk patung, lukisan, tanka, atau apapun… aku merasa sangat bahagia sekali karena apa yang ku persembahkan dengan ketulusanku mengimbangi ketulusan mereka dalam memberikan persembahan kepada Buddha, Dharma dan Sangha… menjadikan karya seni dan Puja  yang bernilai tinggi, penuh dengan cinta kasih, semangat dan keyakinan, dan dalam proses pembuatannya tidak luput dari doa-doa yang terpancar dari hati yang terdalam. Semoga semua mahluk selalu berbahagia, bebas dari penderitaan dan bebas dari keserakahan, kebencian dan kebodohan bathin… Damailah Bumiku, Damailah duniaku, Damailah Semestaku….

 

Sekali lagi kusadari Kuas adalah tetap Kuas…

Kuas yang tidak berkuasa atas dirinya sendiri,

Tetapi apa yang telah dikuas akan memberikan arti bagi siapapun….

Semoga aku dapat selalu hadir di hati setiap orang….

Walau aku bukan siapa-siapa yang suatu saat akan hancur dan terlupakan…

Aku bersyukur dan ‘Puas’ menjadi “Kuas”…

Salam Mudita,

Neng Xiu

www.muditacenter.com

October 16th, 2009

Kehebatan Seorang Ibu

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Inilah kehebatan seorang Ibu,
Ia rela memberikan cinta kasihnya kepada orang yang dicintai,
memberikan tubuh dan hatinya untuk suami tercinta,
memberikan rahimnya untuk menampung sebuah kehidupan baru,
Ia rela mengorbankan nyawanya untuk melahirkan,
Mengorbankan semua waktu dan tenaganya untuk merawat anaknya,
tidak mengeluh saat membersihkan popok anaknya tanpa rasa jijik sekalipun,
tidak pernah mengatakan untung rugi untuk anaknya tercinta…
walau derita harus ditanggungnya karena perlakuan suaminya,
Ia tetap tersenyum dan tegar melewati hidupnya….
walau pun akhirnya suaminya meninggalkannya…

Ia tidak pernah menyesali semuanya…
Ia dengan sekuat tenaga membesarkan anaknya…
Memberi nafkah bagi anak-anaknya…
tak sekalipun terpikir untuk kembali menikah…
Tetap menjadi ibu dan ayah bagi anak-anaknya…
Tiada sedikitpun berkata tentang kesepiannya…
tiada sedikit pun mengeluhkan beratnya kehidupan…
Bekerja tanpa lelah, hanya demi anak-anakanya tercinta…
memberikan yang terbaik untuk anaknya makan dahulu…
dan menyisakan yang jelek bagi dirinya sendiri…
Dengan tangan-tangannya yang telah letih…
tetapi bersemangat memberikan kehangatan bagi anaknya…
suaranya yang merdu melantunkan kidung nyanyian yang indah,
menemani tidur anak-anaknya.

Kini aku telah dewasa,
ibuku masih tetap tegar seperti biasanya,
seorang diri tanpa suami disisinya,
menjalani hidup dengan bersyukur dan terus bersyukur,
dimatanya tetap anak-anaknya lah tumpuan hatinya,
dan di mata anak-anak, Ibulah pahlawan bagi kami…
cinta ibu yang tulus pada anaknya tak pernah padam…..
walau kerut diwajah telah tidak lagi sedikit,
tangan-tangannya yang lembut, kini telah penuh keriput,
tetapi masih memberikan kehangatan yang sama,
tetap bersahaja sampai akhir hayatnya.

Ditengah sakitnya yang parah sebelum pergi untuk selama-lamanya, Ia memberikan pesan bagi kami:

“Jangan kalian benci ayah kalian sendiri, wahai anak-anakku tercinta!”
“karena tanpanya maka kalian tidak akan pernah lahir di dunia”
“Ia lebih memilih hidupnya sendiri… tetapi bagaimanapun Ia adalah orang yang paling ku sayangi di dunia ini, dan Ia adalah ayahmu sendiri”
“Bila suatu saat Ia kembali, mohon katakan aku tidak pernah sedikitpun membencinya, rawatlah bila Ia sakit”
“Maka Ibu akan benar-benar bahagia dan selalu memberikan restu untuk kalian semua….”

Kisah renungan ini fiktif adanya,
tetapi mungkin di dunia ini ada kejadian yang persis sama dengan cerita ini.
Anda dapat melihat dan merenung, dari posisi mana anda berada.
tidak perlu di bahas panjang lebar, tetapi dapat diselami untuk di jadikan suatu pelajaran…..
Dikisahkan kembali Oleh: S. Sakya Sugata.

Salam Mudita,
Neng Xiu
Mudita Center

October 13th, 2009

Cintaku pada Dunia

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Dengan Kesungguhan Tekad yang baru di hari ini,
Katakan dengan tulus: “Cintaku untuk Dunia” dan Dunia pun akan kembali berseru padamu: “Cinta Dunia Tanpa Batas Akan Selalu Menjagamu”.

 

Dengan Konsentrasi Kekuatan Gelombang Cinta, dan kontemplasi getaran kasih sayang kita semua akan mampu menjaga Dunia ini dari Serangan Badai Emosi Jiwa.

Sadarilah bahwa manusia yang hidup di dunia ini, semakin lama semakin memberikan beban pada Dunia, sifat dan karakter manusia yang semakin lama semakin beragam dan memiliki karakter yang sedikit lebih aneh..
menyebabkan Dunia kita sering di terpa badai.

Bila Bumi kita sering di goncang, angin puting beliung memporakporandakan rumah dan sesuatunya, Hujan badai menyebabkan banjir. itu adalah sesuatu yang alami.
Bencana Alam akan selalu datang kapanpun dan tiada yang mengetahuinya…

Tetapi badai kehidupan manusia, ini bisa diperhitungkan.
Kapan badai emosi itu datang, kita sendiri yang tahu.
Kapan serangan Hujan air mata membasahi diri ini, kita sendiri juga yang tahu.
Kapan kepala kita dilanda gempa, kita sendiri yang merasakan.
Sesungguhnya badai kehidupan manusia, masih bisa di perbaiki…
selama manusia mau memperbaiki sifat dan sikapnya.
merajut kembali hubungan yang telah kering, hubungan orang tua dan anaknya, hubungan sesama saudara, hubungan antara sahabat dan teman, hubungan guru dan murid, dll.
Tidak mudah, dan sangat sulit.. tetapi bukan berarti tidak bisa.
semua membutuhkan tekad.

Dan tekad itu juga bukan suatu yang rumit, seperti yang pertama saya katakan diatas…
katakan pada Dunia: ” Cintaku untuk Dunia……………”
Bila bumi ini adalah satu Dunia,
maka disana masih ada Dunia lainnya…
Dunia Buddha dan Dunia Bodhisattva,
Dunia Deva, Dunia Manusia, Dunia Binatang, Dunia Setan, Dunia Raksasa, Dunia Neraka.
Dan sadarlah Manusia pun merupakan satu Dunia yang kecil.
Saya adalah Dunia, Dunia adalah saya.
Kamu adalah Dunia, Dunia adalah Kamu…
Kita adalah Dunia, dan Dunia adalah Kita
Maka yakinlah Dunia akan selalu mencintai dan menjagamu.

Salam Mudita,

Neng Xiu
Mudita Center

October 12th, 2009

Perubahan dan Berubahlah

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Hari ini sudah pasti merupakan hari yang baru.. semua sel tubuh kita juga banyak yang berganti baru… bila Jasmani ini terus berproses, berubah..walau sering kita tidak sadari, rambut makin panjang, kuku makin panjang, sel kulit berganti…. kerutan di wajah mulai terlihat…
artinya semua terus berproses dan berubah….

Tetapi mengapa “perasaan” dibiarkan untuk selalu hidup dalam masa lalu…tidak bisa diubah… mengapa juga sudi dibayangi kecemasan pada hal yang telah berlalu… mengapa tidak segera menyadarinya bila hari ini persaaan yang ada juga perasaan yang baru.
Jangan lihat kebelakang, lihatlah saat ini, sadari hari ini. dan percayalah kau akan bahagia… dan sadarilah semua telah berlalu, semua berubah. dan percayalah hari ini memberikan harapan yang jauh lebih baik dari hari kemarin, asalkan kau dapat melupakan waktu yang telah berlalu.

Bangunlah buka mata bangun dari tidur lelapmu, tinggalkan semua mimpi, jalanilah hari ini dengan semangat baru, dengan harapan baru, dan senyumanmu untuk memulai pekerjaanmu, membuat bunga di hatimu terus tumbuh dan merekah menghiasi relung hatimu.

Untuk para pekerja berikanlah yang terbaik untuk customermu, layanilah mereka dengan sepenuh hati. dan bekerjalah dengan suka cita, maka atasanmu akan bahagia dengan hasil kerjamu. Lingkungan kerjamu akan bernuansa lebih ceria dengan senyuman yang merekah dari bibirmu.

Untuk para pelajar, senyumlah pada buku yang kau tidak sukai pagi ini dan katakan: “aku akan mulai mengenalimu!”.. dan tataplah gurumu dengan sepenuh hati, maka kau akan lihat kekuatan dari apa yang kau pelajari hari ini akan selalu masuk ke dalam pikiranmu… mulailah menerima pelajaran yang sulit dan berusahalah untuk menyukainya….
berjuanglah untuk semangat dalam belajar… tetapi jangan terbebani karenanya… gunakan keseimbangan atara belajar, bermain dan bersosial. Agar kau bisa mengejar cita-citamu.

Percaya akan hukum perubahan, yakinlah semua akan terus berubah ke arah yang lebih baik lagiii.. yang sering merasa minder semoga akan berubah menjadi lebih percaya diri, yang selalu sedih dan bermuram durja semoga akan berubah menjadi lebih ceria, dan hidupnya akan berubah menjadi lebih mantap dalam menjalani hari2 kedepannya….

Mudita center selalu menyertaimu…
bagaimanapun sulitnya hari-harimu ingatlah selalu ber”mudita”….
dan keceriaan akan kembali menghiasi wajahmu.

Salam Mudita,
Neng Xiu
Mudita Center

October 9th, 2009

Catatan Untuk Pejuang Kebenaran

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan
Kebenaran akan terasa Indah. bila semua menyadari arti dan makna dari Kebenaran itu sendiri.
Dengan Pikiran benar, Pandangan Benar, maka kita akan memiliki Kebijaksanaan yang akan menuntun dalam kehidupan itu sendiri, dan sekaligus untuk membuktikan kebenaran itu sendiri. Pikiran yang benar akan membuat kita jauh dari prasangka buruk, iri hati, dan Pikiran yang jelek pada sesama kita. Memiliki pandangan yang luas, pandangan yang bijaksana, dan Pandangan yang dapat dipertanggungjawabkan dan dapat dibuktikan kebenarannya.

Dengan Ucapan benar, Perbuatan benar, Matapencararian benar, maka akan kau mendapatkan hidup yang benar pula. Ucapan yang tidak menyakiti perasaan orang lain. dengan menjaga ucapan kita, melakukan perbuatan yang tidak melanggar aturan dan norma, dan berdagang yang tidak merugikan dan membahayakan orang dan mahluk lain. Dengan demikian maka kita akan berjalan aman kemana juga.

Dengan Usaha benar, untuk menumbuhkan hal-hal yang baik, tidak menimbulkan hal-hal yang buruk, dan berusaha untuk mengikis semua hal buruk yang telah ada, dan menjaga hal baik yang telah ada. Yang didasari pada Konsentrasi yang benar, dan Seringlah menenangkan diri pada Samadhi, yang dapat memberikan ketenangan diri dan memiliki pandangan yang terang.

Bila dengan menyadari hal ini… marilah kita berjuang dalam melatih diri sendiri, mengisi hari-hari dengan penuh semangat, memberikan kebahagiaan pada semua, selalu mengembangkan cara-cara bermudita pada sesama.
Perjalanan masih panjang saudaraku…
sebarkanlah bibit cinta kasih pada semesta, dan jadilah pejuang dalam kebenaran, yang mengajak semua orang untuk bersuka cita pada apa yang dialaminya, mengajak semua orang bersyukur pada apa yang telah di dapatkannya dengan terus bergandengan tangan berbuat untuk yang lebih baik lagi…

Bila dunia ini telah penuh dengan kepalsuan, setidaknya dalam kepalsuan masih terdapat nilai-nilai kebenaran. Dalam kesemuan masih terdapat kemurnian, dalam kemarahan masih terdapat cinta kasih, dalam kecemburuan masih terdapat perhatian. dalam kemunafikan masih terdapat kejujuran..
tidak ada orang yang 100 persen salah. dan tidak ada orang yang 100 persen benar…
kita semua memiliki sisi baik dan jahat yang terus silih berganti.
Bila dapat menyadari kejahatan dalam diri, masih lebih baik dari pada tidak menyadari sama sekali.
bila dapat menyadari kebajikan di dalam diri, harus terus di kembangkan untuk menjadi penyeimbang sisi yang negatif dari dalam diri.

Teruslah berjuang saudaraku…
marilah bergandeng tangan, bersama melangkah dalam dunia yang tidak pasti ini, ciptakan keharmonisan, ciptakan kerukunan, ciptakan kedamaian, dan ciptakan kebahagiaan pada sesama…
agar hidup kita terus bahagia dan melangkah dalam keceriaan… di hari-hari mendatang…
bangkitkah wahai pahlawan kebenaran.. sebarkanlah kebahagiaan pada semesta dan semesta akan memberikan aura kedamaian pada semua.

Salam Mudita,
Neng Xiu
Mudita Center.

October 4th, 2009

Belajar dari Kesalahan - Cerita Burung Unta

Posted by nengxiu in Sebuah Renungan

Pikiran manusia memang sulit untuk dikendalikan, terkadang kita banyak mengunakan pembenaran untuk hal yang salah, dalam hal ini adalah karena untuk pembelaan diri sendiri.
Dan terkadang tidak dapat melihat kebanaran dan kebaikan yang dilakukan oleh orang lain, yang dalam hal ini karena didasari oleh iri hati atau ketidaksukaan pribadi.

Sulitnya melihat kebaikan sebagai kebaikan, kesalahan sebagai kesalahan.
semua dikarenakan sangat sulit menilai diri sendiri,
Sulit membangkitkan kebaikan di dalam diri, dan sulit mengendalikan kesalahan diri sendiri.
Apapun itu selama kita dapat mempelajari sifat-sifat kita, menyadari semua kesalahan kita, dan berusaha untuk merubah diri kita ke arah yang benar dan positif.. semua baik adanya.

Tidak ada orang tidak pernah salah, tetapi kita belajar dari kesalahan. Apapun harus dapat diterima, apapun harus mau dipelajari.. maka kita akan menjadi lebih baik lagi.
walau sulit tetapi harus di praktekan, jangan berhenti sampai disana saja..
harus berjuang menjadi lebih baik dan lebih baik lagi…
mari bersama melangkah dalam kemajuan bukan dalam kemunduran..
Sadari semua orang memiliki kelebihannya sendiri, memiliki kekurangannya sendiri dan harus terus berusaha untuk bersama-sama saling mendukung dan memotivasi…

Ada cerita tentang seekor anak burung unta yang ingin belajar terbang, setelah hidup bersama beberapa waktu dengan orang tuanya, Ia merasa malu karena orang tuanya tidak bisa terbang, sedangkan sejak dilahirkan Ia sering mengamati burung-burung lain yang dapat terbang kesana-kemari.
sedangkan sebagai burung unta. mereka hanya bisa berlari kesana-kemari, menari dan berputar-putar.
Akhirnya ketidakpuasan melanda dirinya.
Ia pergi meninggalkan komunitasnya dan berguru pada burung gereja. Kawanan burung gereja pun menertawakannya.. dan mereka meninggalkannya.

Ia pantang menyerah, terus mencari guru baginya untuk bisa terbang, dan pergi menemui kawanan burung beo, burung beo berkata:”Aku sejak lahir sudah punya sayap, tetapi aku hanya dilatih untuk bicara, hidup dalam kandang bagaimana bisa terbang, orang membutuhkan suaraku, bukan keindahanku dalam mengepakan sayapku.”

Lalu Anak Burung Unta tersebut, masih penasaran mencari burung elang, dan sampainya disana, burung elang dengan sombongnya berkata:” lihat badanmu yang begitu besar, bagaimana kau bisa membawa badanmu yang berat itu untuk mengarungi angkasa raya? Sudah jangan bermimpi…. pulang sana!”

Masih pantang menyerah dan pergi menemui burung nazar (burung pemakan bangkai)… Lalu Kawanan burung nasar itu senang dengan hadirnya burung onta yang bodoh itu.. mengantarkan makanan lezat untuk mereka… Mereka pun berkata:”kami akan mengajarimu terbang… tetapi kamu harus terbang dari puncak bukit ini… dan terjun ke jurang dibawah sana dengan mengepakan sayapmu… sekarang belajar dulu di daratan ini untuk mengepakan sayapmu, kemudian berlari sekuat tenaga untuk terbang melewati puncak tebing ini sampai di puncak tebing seberang…”
Apa yang terjadi? Burung onta itu jatuh ke dalam jurang dan menjadi mangsa empuk bagi para burung nazar yang kemudian berpesta pora.

Seandainya burung unta itu mendengarkan nasihat orang tuanya, maka ia akan baik-baik belajar tarian burung unta, dan akan hidup dengan bahagia.. menghibur semua orang di kebun binatang… dengan keanggunan tariannya, membuat dirinya di hargai sebagai burung ‘balerina’… dan ‘penari handal’, atau pun sebagai ‘burung pelari marathon’… Tetapi semua berubah mengenaskan karena kebodohannya dan ketidakpuasan dirinya…

Cerita inspirasi selama bekerja di kebun binatang,
Salam Mudita,
Neng Xiu
www.muditacenter.com

Next Page »